Ciri-Ciri Kesehatan Mental

Ilmu kesehatan mental (mental hygiene) merupakan salah satu cabang termuda dari ilmu jiwa yang tumbuh pada akhir abad ke-19 M dan sudah ada di Jerman sejak tahun 1875 M. Namun demikian, sebenarnya para Nabi sejak Nabi Adam as. sampai Nabi Muhammad saw. telah terlebih dahulu berbicara tentang hakikat jiwa, penyakit jiwa, dan kesehatan jiwa yang terkandung
dalam ajaran agama yang diwahyukan Allah SWT. Mental mempunyai pengertian yang sama dengan jiwa, nyawa, sukma,
roh, dan semangat. Ilmu kesehatan mental merupakan ilmu kesehatan jiwa yang memasalahkan kehidupan rohani yang sehat, dengan memandang pribadi manusia sebagai satu totalitas psikofisik yang kompleks. Pada abad kedua puluh, ilmu ini berkembang dengan pesatnya sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan modern. Kesehatan mental dipandang sebagai ilmu praktis yang banyak dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan di rumah tangga, sekolah, kantor dan lembaga-lembaga maupun dalam kehidupan masyarakat.
Sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, pengertian terhadap kesehatan mental juga mengalami kemajuan. Sebelumnya, pengertian manusia tentang kesehatan mental bersifat terbatas dan sempit, terbatas pada pengertian gangguan dan penyakit jiwa. Dengan pengertian ini, kesehatan mental hanya dianggap perlu bagi orang yang mengalami gangguan dan penyakit jiwa saja. Padahal kesehatan mental tersebut diperlukan bagi setiap orang yang merindukan ketenteraman dan kebahagiaan.
Marie Jahoda memberikan batasan yang agak luas tentang kesehatan mental. Kesehatan mental tidak hanya terbatas pada absennya seseorang dari gangguan kejiwaan dan penyakitnya. Akan tetapi, orang yang sehat mentalnya  memiliki ciri-ciri utama sebagai berikut.
1. Sikap kepribadian yang baik terhadap diri sendiri dalam arti dapat mengenal diri sendiri dengan baik.
2. Pertumbuhan, perkembangan, dan perwujudan diri yang baik.
3. Integrasi diri yang meliputi keseimbangan mental, kesatuan pandangan, dan tahan terhadap tekanan- tekanan yang terjadi.
4. Otonomi diri yang mencakup unsur-unsur pengatur kelakuan dari dalam atau kelakuan-kelakuan bebas.
5. Persepsi mengenai realitas, bebas dari penyimpangan kebutuhan, serta memiliki empati dan kepekaan sosial.
6. Kemampuan untuk menguasai lingkungan dan berintegrasi dengannya  secara baik.

Hanna Djumhana Bastaman merangkum pandangan-pandangan tentang kesehatan mental menjadi empat pola wawasan dengan masingmasing
orientasinya sebagai berikut:
1. Pola wawasan yang berorientasi simtomatis
2. Pola wawasan yang berorientasi penyesuaian diri
3. Pola wawasan yang berorientasi pengembangan potensi
4. Pola wawasan yang berorientasi agama/kerohanian

Pertama, pola wawasan yang berorientasi simtomatis menganggap bahwa hadirnya gejala (symptoms) dan keluhan (compliants) merupakan tanda adanya gangguan atau penyakit yang diderita seseorang. Sebaliknya hilang atau berkurangnya gejala dan keluhan-keluhan itu menunjukkan bebasnya seseorang dari gangguan atau penyakit tertentu. Dan ini dianggap sebagai kondisi sehat. Dengan demikian kondisi jiwa yang sehat ditandai oleh bebasnya seseorang dari gejala-gejala gangguan kejiwaan tertentu (psikosis) Kedua, pola wawasan yang berorientasi penyesuaian diri. Pola ini berpandangan bahwa kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri merupakan unsur utama dari kondisi jiwa yang sehat. Dalam hal ini
penyesuaian diri diartikan secara luas, yakni secara aktif berupaya memenuhi tuntutan lingkungan tanpa kehilangan harga diri, atau memenuhi kebutuhankebutuhan pribadi tanpa melanggar hak-hak orang lain. Penyesuaian diri yang pasif dalam bentuk serba menarik diri atau serba menuruti tuntutan lingkungan adalah penyesuaian diri yang tidak sehat, karena biasanya akan berakhir dengan isolasi diri atau menjadi mudah terombang-ambing situasi.12 Ketiga, pola wawasan yang berorientasi pengembangan potensi pribadi. Bertolak dari pandangan bahwa manusia adalah makhluk bermartabat yang memiliki berbagai potensi dan kualitas yang khas insani (human qualities), seperti kreatifitas, rasa humor, rasa tanggungjawab, kecerdasan, kebebasan bersikap, dan sebagainya. Menurut pandangan ini sehat mental terjadi bila potensi-potensi tersebut dikembangkan secara optimal sehingga mendatangkan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Dalam mengembangkan kualitas-kualitas insani ini perlu diperhitungkan normanorma yang berlaku dan nilai-nilai etis yang dianut, karena potensi dan
kualitas-kualitas insani ada yang baik dan ada yang buruk.

Keempat, pola wawasan yang berorientasi agama/kerohanian. Berpandangan bahwa agama/kerohanian memiliki daya yang dapat menunjang kesehatan jiwa. kesehatan jiwa diperoleh sebagai akibat dari keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan, serta menerapkan tuntunan-tuntunan keagamaan dalam hidup. Atas dasar pandangan-pandangan tersebut dapat diajukan secara operasional tolok ukur kesehatan jiwa atau kondisi jiwa yang sehat, yakni:
> Bebas dari gangguan dan penyakit-penyakit kejiwaan.
> Mampu secara luwes menyesuaikan diri dan menciptakan hubungan antar pribadi yang bermanfaat dan menyenangkan.
> Mengembangkan potensi-potensi pribadi (bakat, kemampuan, sikap, sifat, dan sebagainya) yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan.
> Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, dan berupaya menerapkan tuntunan agama dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan tolak ukur di atas kiranya dapat digambarkan secara ideal bahwa orang yang benar-benar sehat mentalnya adalah orang yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berusaha secara sadar merealisasikan nilai-nilai agama, sehingga kehidupannya itu dijalaninya sesuai dengan tuntunan agamanya. Ia pun secara sadar berupaya untuk mengembangkan berbagai potensi dirinya, seperti bakat, kemampuan, sifat, dan kualitas-kualitas pribadi lainnya yang positif. Sejalan dengan itu ia pun berupaya untuk menghambat dan mengurangi kualitas-kualitas negatif dirinya, karena sadar bahwa hal itu dapat menjadi sumber berbagai gangguan (dan penyakit) kejiwaan. Dalam pergaulan ia adalah seorang yang luwes, dalam artian menyesuaikan diri dengan situasi lingkungan tanpa ia sendiri kehilangan identitas dirinya serta berusaha secara aktif agar berfungsi dan bermanfaat bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Ada benarnya juga bila orang
dengan kesehatan mental yang baik digambarkan sebagai seseorang yang sehat jasmani-rohani, otaknya penuh dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat, rohaninya sarat dengan iman dan taqwa kepada Tuhan, dengan karakter yang dilandasi oleh nilai-nilai agama dan sosial budaya yang luhur. Pada dirinya seakan-akan telah tertanam dengan suburnya moralitas dan rasa adil dan makmur memberi manfaat dan melimpah ruah kepada sekelilingnya. Tolok ukur dan gambaran di atas tidak saja berlaku pada diri pribadi, tetapi berlaku pula dalam keluarga, karena keluarga pun terdiri dari pribadipribadi yang terikat oleh norma-norma kekeluargaan yang masing-masing sudah selayaknya berperan serta menciptakan suasana kekeluargaan yang harmonis dan menunjang pengembangan kesehatan mental.

Written by psychology news

psychology news

Sebagai pengunjung yang baik, tinggalkan lah koment pada kotak koment di bawah yang dapat membangun , atau pun shering pengetahuan anda :D , biasakanlah meninggalkan jejak sebelum pergi

Incoming search terms:

  • ciri ciri kesehatan mental
  • kesehatan mental
  • ciri-ciri kesehatan mental
  • Ciri-ciri mental yang sehat
  • ciri orang sehat mental
  • pola hidup sehat menunjang kesehatan mental
  • ciri-ciri kesehatan
  • ciri ciri sehat mental
  • ciri ciri orang yang memiliki kesehatan mental
  • ciri ciri org memoki mrntal sehAt
  • ciri2 mental sehat menurut WHO
  • ciri-ciri orang yang tidak sehat mental
  • ciri jiwa yg baik
  • ciri-ciri orang yang mentalnya kurang sehat
  • ciri-ciri mental yg sehat
  • ciri-ciri jiwa yang sehat
  • ciri-ciri indivifu yang mempunyai rohani yang baik
  • kriteria sehat mental
  • ciri ciri kesehatan jiwa menurut para tokoh
  • ciri ciri mental yang sehat
  • Ciri Ciri kepribadian orang beriman menurut psikologi agama
  • sebutkan ciri ciri siswa yang mempunyai kepribadian yang menarik
  • psikologi ciri mental sehat
  • Ciri ciri kesehatan
  • ciri-ciri orang memiliki kesehatan mental
  • ciri-ciri orang yang sehat mental
  • psikologi agama ciri-ciri sehat mental
  • ciri-ciri sehat mental
  • ciri-ciri sehat yang baik pada manusia
  • Sebutkan ciri ciri kesehatan mental
  • sehat mental
  • Sebutkan ciri2 pola hidup sehat
  • Sebutkan ciri-ciri orang yang sehat dan yang sakit mental agamanya?
  • ciri-ciri masyarakat sehat menurut beberapa tokoh
  • ciri-ciri mental baik
  • ciri-ciri mental manusia
  • Ciri2 orang yg sehat mentalnya
  • ciri-ciri mental sehat
  • sebutkan ciri ciri sehat jiwa
  • ciri-ciri seseorang yang tidak mempunyai mental
  • pribadi sehat rohani
  • ciri-ciri siswa dengan mental sehat dan tidak sehat
  • kesehatan mental marie jahoda
  • orang yg kurang sehat
  • kejiwaan mental
  • Karakteristik pribadi kesehatan mental
  • karakteristik kesehatan mental
  • pengertian kesehatan mental dan rohani
  • daya tahan mental psikologi adalah
  • Contoh orang yg memiliki mental sehat dan sakit
  • ciri2 sehat jiwa
  • ciri2 orang sehat jiwanya
  • pengertian keseimbangan mental
  • ciri2 orang jiwanya kurang baik
  • ciri2 mental yang sehat
  • ciri2 mental
  • Ciri2 kesehatan mental
  • ciri2 kejiwaan yg sehat
  • Mental yang bagus pada manusia
  • ciri-ciri individu kepribadian sehat
  • 4 pola kesehatan mental hanna djumhana
  • ciri ciri mental yang sehat dan mental yang sakit
  • Ciri ciri mental yang tidak sehat
  • ciri ciri mentalitas yang baik
  • ciri ciri orang memiliki daya tahan yang baik dan sehat
  • ciri ciri orang sehat jasmani dan rohani
  • ciri ciri orang sehat mental
  • ciri ciri orang sehat rohani
  • Ciri ciri orang yang memiliki mental dan kepribadian yang baik
  • Ciri ciri orang yang mempunyai mental yang kuat
  • ciri ciri orang yang sehat mental
  • ciri ciri mental sehat
  • ciri ciri kesehatan mental secara umum
  • 6 kriteria sehat mental
  • 6 prinsip kesehatan mental menurut jahoda
  • apakah memiliki kesehatan mental yang baik
  • ciri - ciri kesehatan mental
  • Ciri - ciri mental yang baik baik
  • ciri - ciri mental yang sehat
  • ciri - ciri orang yang mempunyai mental sehat
  • ciri - ciri orang yang sehat rohaninya
  • ciri ciri individu memiliki kesehatan mental
  • 3 ciri mental yang kurang sehat
  • ciri ciri orang yang sehat mentalnya
  • ciri ciri orang yg memiliki mental sehat
  • ciri ciri perkembangan mental
  • ciri mental tidak sehat
  • ciri mental yang sakit
  • Ciri mental yg sehat adalah
  • ciri orang mental bagus
  • ciri orang sehat rohani
  • Ciri orang tahan mental
  • ciri orang yang sakit rohani
  • ciri orng mempunyai mental yg baik
  • ciri peserta didik yang memiliki mental sehat dan tidak sehat
  • ciri sehat mental
  • ciri mental sehat
  • ciri manusia yang kesehatan mentalnya bagus
  • Ciri ciri pribadi dan mental sehat
  • Ciri ciri pribadi dan mental yang sehat
Ciri-Ciri Kesehatan Mental | psychology news | 4.5

Leave a Reply