Istilah-istilah dalam psikologi kognitif

Istilah-istilah dalam psikologi kognitif

isitilah-istilah dalam piskologi kognitif

1.      Persepsi : proses menginterprestasi atau menafsirkan informasi yang diperoleh melalui system alat indera manusia.

 

2.      Sensory register: pencatatan indera yaitu, penyimpanan sensori yang merupakan system ingatan yang dirancang untuk menyimpan sebuah rekaman (record) mengenai informasi yang diterima sel-sel reseptor.

 

3.      Pattern recognition: pengenalan pola yaitu proses mengidentifikasi stimulus indera yang tersusun secara rumit.

 

4.      Disparitas binokularis: kedua biji mata anda mengirimkan imaji-imaji (berbeda) yang semakin terpisah ke otak anda ketika objek-objek mendekati anda.

 

5.      Kaidah pragnanz: kita cenderung mencerap susunan visual tertentu lewat pengorganisasian dengan cara paling sederhana, yaitu dari elemen-elemen yang pernah menjadi sebuah bentuk yang stabil dan koheren.

 

6.      Fungsi hoffding : Apakah persepsi bisa direduksi menjadi sebuah konsep sederhana yang mengasosiasikan apa yang dilihat dengan apa yang diingat.

 

7.      Ilusi (illusion): Error of perception.

 

8.      Efek superioritas objek: dimana sebuah garis target yang membentuk bagian dari pola  2-D yang tidak bersambungan.

 

9.      Efek superioritas konfigurasi: dimana objek-objek yang direpresentasikan dalam konfigurasi tertentu lebih mudah dikenali ketimbang objek-objek yang dipresentasikan secara terisolasi.

 

10.  Perceptual Defence: menghindari persepsi/ menolak agar tidak terjadi sesuatu persepsi terhadap stimulus yang dihadirkan pada seseorang.

 

11.  Alkinotepsia: hilangnya persepsi mengenai gerakan yang selektif.

 

12.  Agnosia : sebuah defisit berat di dalam kemampuan untuk mencerap informasi indra.

 

13.  Simultagnosia: seorang individu tidak sanggup memberikan adensi/perhatian kepada lebih dari satu objek sekaligus.

 

14.  General knowledge: pengetahuan umum yang disimpan di dalam ingatan semantic meliputi kata, konsep, kategori, skema, peta kognitif, meta kognitif.

 

15.  Kategori: Pengelompokkan sejumlah abjek secara kasar atau garis besar berdasarkan kesamaan di dalam beberapa cirri penting yang dimiliki masing-masing objek.

 

16.  Kategori alamiah: adalah pengelompokkan yang muncul secara alamiahdi dunia.

 

17.  Defining features: satu hal tunggal yang dibutuhkan , sehingga tanpa kehadiran salah satunya, kategori bisa diaplikasikan.

 

18.  Character features : sciri khas, umumnya hadir di dalam eksemplar-eksemplar konsep,meskipun tidak selalu hadir.

 

19.  Cognitive mapping: mencakup mengumpulkan informasi, merepresentasikannya di dalam pikiran dan memproses informasi yang berkaitan dengan tata letak atau susunan perangkat fisik(objek-objek nyata).

 

20.  Schemata : pengetahuan yang digeneralisasikan (generalized knowledge) tentang situasi dan peristiwa.

 

21.  Skrip : Bentuk yang paling sederhana dari urutan suatu kejadian yang tersusun dengan baik dari permulaan sampai akhir.

 

22.  Metakognisi (metacognition): pengetahuan dan kesadaran seseorang tentang proses-proses kognitif sendiri.

 

23.  Metaperhatian(meta attention): pengetahuan dan kesadaran seseorang mengenai proses-proses perhatiannya sendiri.

 

24.  Mental imagery(gambaran mental): bayangan pikiran seseorang mengenai objek atau peristiwa yang pernah dipersepsi, dialami atau hanya dibayangkan seperti orang yang sedang melamun.

 

25.  Nodus: adalah elemen dasar jaringan.

 

26.  Berfikir : proses menghasilkan representasi mental yang baru melalui ransformasi informasi yang melibatkan interaksi secara kompleks antara atribu-atribut mental seperti penilaian, imajinasi,dll.

 

27.   Masalah : kesulitan, hambatan, gangguan, ketidakpuasan, atau kesenjangan.

 

28.  Defined problem : masalah yang jelas.

 

29.  ill-defined problem  : masalah tidak jelas.

 

30.  inducing Structured Problem : menemukan pola yang akan menghubungkan element-element masalah, antara astu element dengan yang lain.

 

31.  Transformation Problem : memanipulasi atau mengubah objek-objek dan simbol-simbol menurut aturan tertentu agar diperolah suatu pemecahan.

 

32.  Arragement Problem  : mengatur atau menyusun ulang element-element suatu tugas agar diperoleh pemecahan.

 

33.  Future state atau desired goal  : menuju kepada situasi yang diharapkan.

 

34.  Simbol  : salah satu cara yang dianggap paling efektif untuk merepresentasikan persoalan yang abstrak.

 

35.  Metrik  : suau bagan (chart) yang menunjukkan kemungkinan sejumlah kombinasi.

 

36.  Pemecahan Masalah  : proses mencari atau menemukan jalan yang menjembatani antara keadaan yang sedang dihadapi dengan keadaan yang diinginkan.

 

37.  Random search  : penemuan secara acak.

 

38.  Strategi Heuristik  : seseorang menggunakan informasi tentang permasalahan guna membantu menemukan jalan keluar yang mungkin benar bagi suatu masalah.

 

39.  Algoritmik : semua jalan keluar ditempuh atau dicari tanpa menggunakan pengetahuan khusus untuk membantu menemukan pemecahan.

 

40.  Proximity Methods : seseorang menempuh jalan atau cara yanh dipersepsi lebih mendekati tujuan yang diinginkan.

 

41.  Analogi  : membandingkan pola masalah yang tengah dihadapi dengan pola masalah serupa yang pernah dialami baik oleh orang yang bersangkutan ataupun orang lain.

 

42.  Maching  : memahami situasi yang tengah dihadapi dengan tujuan yang diinginkan.

 

43.  Generate-Test Method  : pemecahan masalah membutuhkan dua tahapan proses, pertama, satu cara atau strategi pemecahan yang paling memugkinkan dicari atau dihasilkan, kedua, gagasan pemecahan yang dihasilkan itu diuji apakah dapat berjalan dengan baik atau efektif.

 

44.  Means-Ends Analysis : mencoba membagi permasalahan menjadi bagian-bagian tertentu dari permasalahan tersebut.

 

45.  Backward Search : strategi ini dilakukan dengan berjalan mundur.

 

46.  Forward Search  : strategi berjalan kedepan, sebagai kebaliakan dari strategi berjalan mundur.

 

47.  Penalaran  : suatu proses kognitif dalam menilai hubungan diantara premis-premis yang akhirnya menuju pada penarikan kesimpulan tertentu.

 

48.  Silogisme kategorik  : suatu bentuk formal dari deduksi yang terdiri atas proposisi-proposisi kategorik.

 

49.  Silogisme linier  : suatu sistem penerikan kesimpulan melalui dua premis atau lebih yang menggambarkan adanya hubungan diantara bagian-bagian dari satu premis dengan premis yang lain.

 

50.  Penalaran klasifikasi  : suatu proses penarika kesimpulan umu yang diturunkan dari beberpa contoh objek atau peristiwa khusus yang serupa.

 

51.  Concept Formation : pembentukan konsep atau konsep belajar (concept learning). Pembentukan konsep adalah suatu proses pengelompokkan atau mengklasifikasikan sejumlah objek, peristiwa atau ide berdasarkan keserupaan atribut yang dimiliki masing-masing.

 

52.  Classification : membuat klasifikasi, yaitu sebutan lain dari pembentukan konsep.

 

53.  Linguistic : bahasa, yaitu salah satu alasan dalam pembentukan konsep, dari segi bahasa.

 

54.  Feature Overlap : sifat yang tumpang tindih. Salah satu alasan dalam pembentukan konsep, dari segi sifat-sifat yang tumpang tindih.

 

55.  Similiar Function : fungsi yang serupa. Salah satu alasan dalam pembentukan konsep, dari segi fungsi yang serupa.

 

56.  Quasi Naturalistic Concept : stimulus yang digunakan oleh sebagian peneliti berupa gambar tiruan wajah orang yang sangat sederhana di dalam tugas-tugas menemukan konsep. Hal ini dimaksdukan sebagai usaha para peneliti di laboratorium untuk mempelajari konsep-konsep yang lebih menyerupai dengan konsep-konsep alami.

 

57.  Prototypical Concept : objek-objek alami yang diklasifikasikan menurut prototipenya.

 

58.  Family Resemblance : keserupaan keluarga atau rumpun. Keserupaan keluarga atau rumpun ini merupakan suatu jaringan kerja keserupaan yang menghubungkan berbagai macam anggota dari suatu kategori.

 

59.  Simultaneous Scanning : salah satu strategi Scanning dalam pembentukan konsep, dimana subjek memulai dengan semua kemungkinan hipotesis, kemudian membuang hipotesis-hipotesis yang tidak dapat dipertahankan.

 

60.  Successive Scanning : strategi lain dari strategi Scanning dalam pembentukan konsep, dimana subjek memulai dengan satu hipotesis, dan mempertahankan apabila ia berhasil. Jika tidak berhasil maka ia mengubahnya dengan hipotesis yang lain berdasarkan semua pengalaman terdahulu.

 

61.  Concervative Focusing : strategi focusing dalam pembentukan konsep, dimana subjek mula-mula merumuskan hipotesis, dilanjutkan dengan memilih suatu contoh positif yang menjadi titik perhatiannya, kemudian membuat urutan rumusan kembali (masing-masing hanya mengubah satu ciri). Setelah itu ia mencatat mana yang dianggap contoh positif mana yang negatif.

 

62.  Focus Gambling : strategi yang dicirikan oleh perubahan lebih dari satu sifat khusus pada suatu saat. Focusing Gambling merupakan bagian dari strategi focusing dalam pembentukan konsep.

 

63.  Cognitive Strain : salah satu kelemahan dari strategi scanning (terdapat di dalam pembentukan konsep), yang terlalu banyak menuntut kerja memori seseorang, sehingga terjadi pemaksaan kognitif.

 

64.  Redundant : dianggap sebagai atribut tambahan di dalam pembentukan konsep, yang tidak diperlukan.

 

65.  Decision Making : pembuatan keputusan. Pembuatan keputusan adalah proses memilih diantara dua alternatif atau lebih, memprediksi situasi ke depan, atau menaksir suatu frekuensi kejadian berdasarkan bukti-bukti yang terbatas.

 

66.  Riskless Choice : keputusan yang dibuat seseorang dalam keadaan yang sedikit atau tanpa resiko. Pembuatan keputusan dapat dipelajari dari tingkat resiko yang menyertainya, dan salah satunya adalah riskless choice.

 

67.  Risky Choice : keputusan yang dibuat dalam suasana yang mengandung resiko. Risky choice adalah tingkatan resiko yang lain dalam pembuatan keputusan.

 

68.  Value Function : fungsi nilai, yang merupakan salah satu prinsip dalam teori prospek. Teori prospek mendefinisikan nilai di dalam kerangka kerja bipolar di antara perolehan (gains) dan kehilangan (losses).

 

69.  Framing : pembingkaian, yang merupakan salah satu prinsip dalam teori prospek. Teori prospek memprediksi bahwa preferensi (kecenderungan memilih) akan tergantung pada bagaimana suatu persoalan dibingkai atau diformulasikan.

 

70.  Psychological Accounting : perhitungan psikologis, yaitu membingkai hasil serta akibat dari pilihan-pilihan dalam pembuatan keputusan. Perhitungan psikologis merupakan salah satu prinsip di dalam teori prospek, dan terbagi atas dua macam, yaitu minimal accounting dan inclusive accounting.

 

71.  Minimal Accounting : apabila hasil-hasil dari pilihan yang akan ditetapkan dibingkai menurut konsekuensi yang langsung menyertainya. Minimal accounting adalah salah satu jenis dari perhitungan psikologis, dimana perhitungan psikologis juga merupakan salah satu prinsip dari teori prospek.

 

72.  Inclusive Accounting : apabila hasil-hasil keputusan dibingkai dengan memperhitungkan kejadian sebelumnya. Inclusive accounting adalah salah satu jenis dari perhitungan psikologis, dimana perhitungan psikologis adalah salah satu prinsip di dalam teori prospek.

 

73.  Certainty Effect : efek kepastian, yang merupakan salah satu prinsip dalam teori prospek. Teori prospek memprediksi bahwa pilihan yang dipastikan tanpa resiko sama sekali akan lebih disukai daripada pilihan yang masih mengandung resiko meski kemungkinannya sangat kecil.

 

74.  Pseudocertainty Effects : fenomena yang hampir sama dengan efek kepastian, namun tidak nyata, dan hanya merupakan kesan di luar (penampakannya). Efek kepastian merupakan salah satu prinsip di dalam teori prospek.

 

75.  The Rule of Thumb : hukum jempol jari. Heuristik sering disebut sebagai “the rule of thumb”. Heuristik adalah cara menentukan sesuatu melalui hukum kedekatan, kemiripan, kecenderungan, atau keadaan yang paling mendekati kenyataan

 

76.  Memori Primer : Tidak pernah meninggalkan kesadaran dan selalu menyediakan “tayangan” ulang.

 

77.  Memory Sekunder : Jalur-jalur yang “terpahat” dalam jaringan otak manusia (Long Term Memory:LTM) .

 

78.  Memory Kerja (Working Memory) : Suatu tipe meja kerja yang selalu mengubah, mengkombinasikan, memperbaharui informasi baru dan lama.

 

79.  Putaran Fonologis (Fonological Loop) : Penyimpanan Fonologis dan proses artikulatoris yang memampukan kita mengingat informasi sebanyak yang dapat kita ulangi dalam durasi terbatas..

 

80.  Alas sketsa Visuospasial (Visuospatial Sketchpad) : Mengendalikan kinerja visual dan spasial meliputi tindakan mengingat bentuk dan ukuran/mengingat kecepatan dan arah objek yang bergerak.

 

81.  Operations : Aktivitas pikiran/mental, terdiri dari cognition, memory, divergent, production, convergent production, evaluation

 

82.  .Content : Isi informasi, terdiri dari visual, auditori, symbolic, semantic, behavioral.

 

83.  Product : Bentuk informasi yang dihasilkan terdiri dari unit, class, relation, system, transformation, implication,.

Written by psychology news

psychology news

Sebagai pengunjung yang baik, tinggalkan lah koment pada kotak koment di bawah yang dapat membangun , atau pun shering pengetahuan anda :D , biasakanlah meninggalkan jejak sebelum pergi

Incoming search terms:

  • istilah-istilah dalam psikologi
  • istilah dalam psikologi
  • istilah psikologi
  • Istilah-istilah psikologi
  • pengetahuan umum dalam psikologi kognitif
  • istilah psikologis
  • istilah psikologi kognitif
  • istilah istilah dalam psikologi
  • istilah istilah sifat manusia
  • istilah istilah psikolog
  • istilah istilah psikologi
  • istilah2 psikologi
  • istilah sifat manusia
  • Istilah psikolog
  • keserupaan dalam psikologi
  • istilah istilah bahasa psikologi tentang kekurangan pada manusia
  • 40 istilah-istilah psikologi
  • istilah kata kata dalam tes psikologi
  • 44 istilah dalam psikologi
  • pengetahuan umum psikologi kognitif
  • contoh istilah psikologi
  • sebutan bagi psikologi
  • istilah-istilah dalam psychology
  • terkait dengan skema mental apakah yang dimaksud dengan “eksemplar”
  • teori rule dalam psikologi
  • istilah state dalam psikologi
  • istilah sifat seseorang
  • istilah-istilah psikologi umum
  • Istilah-istilah psikologis umum
  • istilah-istilah untuk sifat seseorang
  • kategori prinsip pada manusia dalam psikologi
  • jurnal istilah-istilah dalam psikologi
  • nilai kognitif dalam psikologi
  • istilahdalam psikologi
  • pemecahan masalah dalam psikologi kognitif
  • pengetahuan umum - psikologi
  • istilah2 psykologi
  • Istilah2 pisikolog
  • istilah2 karakter manusia
  • prinsip teori prospek
  • masalah masalah pengenalan wajah psikologi kognitif
  • istilah psikologi sosial
  • 30 istilah dalam psikologi
  • Istilah dlm psiko
  • istilah dalam psikologi perkembangan
  • istilah dalam psikolog
  • istilah dalam dunia psikologi
  • istilah bahasa psikologi
  • istilah - istilah dalam psikologi
  • Isilah istilah dalam belajar psyicology
  • eksemplar terkait skema mental
  • eksemplar dalam skema mental adalah
  • definisi eksemplar dalam skema mental
  • istilah istilah dalam psikolog
  • istilah istilah dalam psikologis
  • istilah psikologi mencari keputusan
  • Istilah pengetahuan umum dalam psikologi kognitif
  • istilah kognitif dalam hambatan visual
  • istilah kinerja kognitif
  • istilah kata dalam psikologi
  • istilah karakter orang
  • Istilah istilah umum dalam psikologi
  • istilah istilah psychologi
  • istilah istilah psycho
  • istilah istilah psikologis
  • istilah istilah psikologi perkembangan
  • contoh dari prototipe proposisi kesan mental skema kognitif
Istilah-istilah dalam psikologi kognitif | psychology news | 4.5

Leave a Reply